Karakteristik, Habitat, dan Manfaat Kowang / Bulu (Ficus drupacea)

Ficus drupacea

Kowang atau Bulu adalah spesies Ficus drupacea dari genus Ficus dalam famili Moraceae, yang berasal dari India, Indocina, Nepal, Filipina, dan timur laut Australia.

Ficus drupacea pertama kali dideskripsikan oleh naturalis Swedia, Carl Peter Thunberg, yang merupakan murid Linnaeus, dalam karyanya: Ficus genus, desertasi botanica (1786).

Di luar dhabitat asalnya, Ficus drupacea dapat ditemukan sebagai pohon peneduh di taman publik dan tepi jalan raya di banyak tempat, termasuk Spanyol, meskipun bukan spesies yang sangat umum.

Dalam bahasa Inggris, Ficus drupacea disebut dengan nama Mysore Fig dan Brown-woollyFig, di Spanyol disebut Higuera de Mysore, dan di Cina disebut 枕果榕. Sedangkan di Indonesia dikenal sebagai pohon Kowang atau Bulu (Jawa) dan Kiara Wunuk atau Kiara Gambir (Sunda).
 

KEBINGUNGAN

Ficus drupacea terkadang dibingungkan dengan Ficus retusa karena kemiripan daunnya. Tetapi keduanya dapat dibedakan jika memperhatikannya dengan teliti. Ficus drupacea memiliki bulu-bulu halus pada daun dan tangkainya, sedangkan Ficus retusa tidak.

 

Perbedaan Ficus drupacea dan Ficus retusa
Photo credit: Febri Hermawan (Ficus drupacea) & Sogellizer (Ficus retusa)

 

Ada beberapa varietas Ficus drupacea yang tercatat dalam jurnal ilmiah, termasuk:

  • Ficus drupacea var. auranticarpa
  • Ficus drupacea var. drupacea
  • Ficus drupacea var. glabrata
  • Ficus drupacea var. pedicellata
  • Ficus drupacea var. pubescens
  • Ficus drupacea var. subrepanda

 

 

Daun Ficus drupacea

Daun Ficus drupacea
Photo credit: Mas Ari Purnomo Adi

Daunnya besar, kaku, panjang 10-25 cm dan lebar 5-10 cm, berbentuk bulat telur atau elips, memiliki puncak runcing, tersusun antara 12-15 pasang saraf yang menonjol, terutama di bagian bawah. Tangkai daun sepanjang 1-4 cm.
 

Buah Ficus drupacea

Buah Ficus drupacea
Photo credit: Mas Ari Purnomo Adi

Buahnya muncul tersusun soliter atau berpasangan di ketiak daun, sessile, bulat, kecil, berdiameter 4,5 x 2,5 cm, gundul, dan berwarna oranye yang kemudian berubah menjadi ungu saat matang.
 

Pohon Ficus drupacea

Pohon Ficus drupacea
Photo credit: Awiek Wijono

Ficus drupacea dapat tumbuh sebagai pohon berukuran sedang dengan ketinggian 25 meter (jarang 30 meter). Kulit kayunya memiliki rona keabu-abuan muda dan permukaan yang halus. Ranting-rantingnya yang tertutup oleh bulu lembut yang berwarna coklat sampai kuning
 

Habitat Ficus drupacea

Ficus drupacea sering ditemukan tumbuh di area keramat seperti pemakaman, tempat-tempat bersejarah, dan dapat juga dijumpai di perkotaan seperti disudut betol jalan raya, sela-sela tembok atau atap bangunan, dan tepi selokan. Ficus drupacea tumbuh optimal pada ketinggian 0 hingga 1000 m dpl.
 

Manfaat Ficus drupacea

Dalam pengobatan tradisional, bagian Ficus drupacea digunakan sebagai tonik dan astringen pada diabetes, disentri, bisul, dan pendarahan.

Ficus drupacea memiliki postur rindang dan akar udara yang kokoh sehingga membuatnya cocok ditanam sebagai pohon peneduh jalan raya dan pohon pencegah erosi.
 

Perbanyakan Ficus drupacea

Ficus drupacea atau Kowang dapat diperbanyak atau budidayakan dari semai biji dan cangkok.
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *