Karakteristik, Habitat, dan Manfaat Bunut (Ficus virens)

Bunut adalah spesies Ficus virens dari genus Ficus dalam famili Moraceae, yang berasal dari India, Asia Tenggara, dan Australia bagian utara.
Spesies ini pertamakali dideskripsikan oleh ahli bedah dan botaniawan asal Skotlandia, William Roxburgh atau yang akrab dikenal Roxb ex Hornem, pada tahun 1789.
Ficus virens populer di beberapa negara karena ciri khas daun mudanya yang berwarna merah. Satu varietas (Ficus virens var. sublanceolata) tumbuh di hutan hujan subtropis di timur laut New South Wales dan Queensland tenggara di Australia.
Ficus virens telah ditanam sebagai pohon peneduh jalan raya di sekitar kota New Delhi dan Noida. Di Indonesia dan beberapa negara lain, sering menggunakan pohon ini sebagai spesimen bonsai karena dedaunan mudanya yang berwarna merah.
Dalam bahasa Inggris, Ficus virens disebut White Fig atau Strangler Fig, dan dalam bahasa Prancis disebut Figuier Blanc. Sedangkan di Australia yang menjadi habitat asalnya Ficus virens, dikenal dengan nama lokal Pilkhan dan Manbornde.
Daftar isi:
Daun Ficus virens

Daunnya sangat variatif, panjang 12-20 cm dan lebar 4-8 cm, ujungnya meruncing, dengan tangkai daun sepanjang 2-3 cm. Dedaunan muda berwarna merah atau merah muda yang indah.
Buah Ficus virens

Buahnya bulat, kecil, berdiameter sekitar 1 cm, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi merah saat matang.
Pohon Ficus virens

Ficus virens dapat tumbuh sebagai pohon besar dengan tinggi hingga 35 meter dengan mahkota yang lebar dan padat. Kulit batangnya berwarna abu-abu halus dan pohon dewasa memiliki banyak akar udara yang bergabung dengan batang utama.
Ficus virens atau Bunut merupakan pohon yang termasuk dalam kelompok pohon yang dikenal Ara Pencekik (Strangler fig), itu karena bijinya dapat berkecambah pada pohon lain (epifit) dan saat besar akan membelit bahkan membunuh pohon yang ditumpanginya.
Habitat Ficus virens
Ficus virens dapat ditemukan diberbagai lokasi di Pulau Jawa, biasanya tumbuh di area yang unik seperti di celah dinding atau atap bangunan, sela-sela jembatan, tepi selokan, hingga di sudut trotoar. Tumbuh paling baik ditanah yang dalam pada ketinggian area 0-700 m dpl.
Manfaat Ficus virens
Daunnya dikenal dalam masakan Thailand sebagai Phak Lueat (ผักเลือด).
Ficus virens atau yang dikenal sebagai Bunut juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dijadikan subjek bonsai yang indah.
Perbanyakan Ficus virens
Ficus virens dapat diperbanyak atau budidayakan dari semai biji, stek pucuk, stek batang, dan cangkok.
Ficus virens Terkenal
Salah satu pohon Ficus virens paling terkenal di dunia adalah Curtain Fig, yang tumbuh di Curtain Fig National Park, Queensland, Australia. Diperkirakan usianya 500 tahun atau lebih. Pohon ini memiliki tinggi 50 meter dengan batang keliling 39 meter. Cabang-cabangnya memanjang keatas hingga 30 meter dari batang utama. Akar udara banyak dan tingginya 15 meter, membentuk tirai yang berorientasi barat laut ke tenggara sepanjang 7 meter.

Awalnya Curtain Fig tumbuh dari biji yang berkecambah pada pohon lain, setelah tumbuh membesar, ia membelit inangnya dan stelah inganya mati akhirnya ia tumbuh mandiri. Kisah itu disampaikan dalam papan deskripsi di dekat pohon Curtain Fig.


Tinggalkan Balasan